contact

fitrihantrini@gmail.com | 0857-40440-147

Content

mirrorless


Mirrorless
This about mirrorless https://milcsystem.wordpress.com
Jadi kamera mirrorless ini disebut begitu karena tidak ada nya cermin baik di depan sensor dan di dekat view finder, karena dia memakai elektronik viewfinder  sehingga jikalau menggukan viewfinder itu merupakan electeonik view finder. Jadi dengan menggunakan mirrorless, hasil apa yang kita lihat di lcd, itulah yang kita dapatkan.

Pertama, mirrorless tidak memiliki jendela bidik optik (OVF, optical viewfinder). Proses pembidikan gambar atau framing dilakukan lewat layar LCD atau jendela bidik elektronik (EVF, electronic viewfinder).

Cara kerja EVF sebenarnya sama dengan layar LCD, yakni menyalurkan gambar lewat sensor yang terus menerus aktif. Hanya saja penempatan dan ukurannya yang berbeda, yakni dibuat serupa jendela bidik optis untuk “dikeker” dengan sebelah mata.

EVF memiliki kelebihan dibanding OVF, misalnya pengguna bisa langsung melihat perubahan hasil exposure saat menyesuaikan paramenter seperti aperture, ISO, atau white balance. Bisa pula ditambahkan overlay aneka informasi berguna, seperti level indicator atau histogram untuk memandu exposure.

Kekurangannya, EVF lebih boros daya karena kamera harus senantiasa mengaktifkan sensor dan layar jendela bidik supaya pengguna bisa melihat gambar.

Pengguna DSLR bisa melihat obyek yang ada di depan lensa (Through The Lens, TTL) melalui OVF saat kamera sedang tidak dinyalakan. Ini karena mekanisme mirrorbox meneruskan cahaya dari lensa menuju pentaprisma, lalu viewfinder, tanpa harus mengenai sensor. 

Sebaliknya, EVF pada mirrorless akan tampak gelap gulita saat kamera tidak menyala. Jika kamera menyala dan sensor aktif, barulah gambar yang "dilihat" oleh lensa bisa ditampilkan di EVF mirrorless.

Sensor mirroless beragam ukutan. Jadi camera mirrorless itu seperti ukuran kamera prosumer tapi citarasa dslr. 
Baca selengkapnya »

slr & dslr


Apakah kamera SLR atau DSLR itu?
Kamera SLR adalah kepanjangan dari Single Lens Reflects yakni kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama (wikipedia).
Sederhananya , ketika fotografer melihat melalui view finder, objek yang terlihat olehnya sama dengan yang ditangkap oleh lensa.
Jadi, SLR adalah kamera yang masih menggunakan film sedangkan DSLR adalah kamera SLR digital yang menggunakan sensor. Untuk lebih tepatnya, behubung kita menggunan DSLR, mari kita memahami sistem kerja kamera DSLR ini.

Secara keseluruhan proses kerja kamera DSLR terjadi sangat singkat, namun agar mudah dipahami kita bagi menjadi 3 tahap yakni :
1. Saat kita mengintip di lobang viewfinder dibelakang kamera, apapun yang terlihat adalah apa yang akan menjadi hasil akhir foto. Pantulan cahaya dari obyek foto masuk melewati lensa lalu menuju cermin pantul (2) yang kemudian memantulkan cahaya tersebut ke pentaprisma (7). Pentaprisma mengubah cahaya vertikal ke horisontal dengan mengarahkan cahaya menuju dua cermin terpisah, lalu masuk ke viewfinder-(8).
2. Saat kita memotret, cermin pantul/reflex mirror-(2) berayun keatas dan membiarkan cahaya terus maju dengan lurus. Shutter-(3) kemudian membuka sehingga cahaya tadi masuk ke sensor digital-(4). Shutter-(3) tetap akan terbuka selama waktu shutter speed yang ditentukan dan sensor-(4) akan terus merekan informasi cahaya. Kalau sudah selesai, maka reflex mirror-(2) akan kembali ke posisi awal sehingga cahaya dari lensa akan terpantul keatas dan kembali muncul di viewfinder.
3. Proses yang terjadi di sensor digital-(4) dimana gambar diolah oleh komputer (processor) didalam kamera. Processor akan mengambil informasi yang terekam di sensor, mengubahnya menjadi menjadi format yang sesuai lalu menuliskannya ke dalam memory card.
Baca selengkapnya »

pinhole camera

Kamera lubang jarum adalah sebuah kamera sederhana yang tanpa menggunakan lensa dalam pengambolan gambar, tapi menggunakan bukaan kecil yang dilubangi dengan jarum. Jika ingin membuat kamera lubang jarum, bisa mencari tutorial dan penjelasannya yang banyak sekali di google dan youtube. Namun disini V3 menggunakan kamera DSLR dan menggunakan kertas yang dilubangi sebagai pengganti lensa. Bisa juga menggunakan bodycap dan bisa mencari tutorialnya di youtube dengan kata kunci (pinhole using dslr).
Jika ingjn tau pinhole lebih lengkapnya bisa di cek di https://en.m.wikipedia.org/wiki/Pinhole_camera
Dan di https://daystarlaser.com/education/pinhole-photography-primer/

Menurut hasil pemahaman dan praktek V3, kamera lubang jarum (lebih tepatnya sih bukan kubikin dengan jarum karena hanya menggunakan kertas karton yang dilubangi dengan pulpen, sehingga lubang atau bukaan nya lumayan gede), ini mudah dilakukan. Dapat disimpulkan :
Bahwa bentuk lubang mempengaruhi hasil foto yang dihasilkan. Lubang bulat, bokeh bulat, lubang wajik, bokeh wajik. Jika lubang jauh dari sensor, hasil foto seperti lensa tele. Jika lubang dekat dengan sensor, hasil foto seperti lensa standar (berhubunga focal lenght).
Semakin kecil lubang, semakin luas ruang tajam ( DOF) dan rana semakin lama.  Semakin besar lubang, DOF semakin sempit, rana semakin cepat.
Jika bahan yang digunakan utk pengganti lensa (pinhole) itu silver, hasil foto akan seperti silau, jika kertas, hasilnya akan seperti berembun, kalo pakai plastik berwarna, hasilnya sesuai dengan warna tutupnya. Karena itu paling pas jika kita menggunakan body cap kamera. Jika sayang menggunakan yang ori, sebaiknya beli saja yang kw karena akan dilubangi.
Let's try! Learning by Doing.
Baca selengkapnya »
Diberdayakan oleh Blogger.